Gatot Brajamusti Terjerat Banyak Kasus, Suci Patia: Aku Minta Maaf atas Kesalahan Papa

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Penyanyi dan pemain film Gatot Brajamusti telah meninggal pada 8 November 2020.

Sebelum meninggal, Gatot Brajamusti tersandung banyak masalah.

Mendiang Gatot Brajamusti terjerat kasus narkotika, kepemilikan senjata api ilegal, satwa langka, hingga pelecehan seksual.

Kasus-kasus itu membuat mendiang Gatot Brajamusti harus menerima hukuman berat.

Suci Patia selaku anak dari mendiang Gatot Brajamusti harus menerima dampak dari kasus-kasus yang dihadapi oleh sang ayah di tahun 206-2017.

Suci Patia mengakui ia dan keluarga begitu terpukul.

Akibatnya, kehidupan mereka sangat terpuruk setelah sang ayah, mendiang Gatot Brajamusti terjerat banyak kasus saat itu.

Baca juga: Suci Patia Akui Berat Jadi Anak Mendiang Gatot Brajamusti, Kini Jadi Tulang Punggung Keluarga

Baca juga: Suci Patia Anak Mendiang Gatot Brajamusti Hidup Mandiri, Bisa Beli Rumah hingga Biayai Kuliah Adik

Baca juga: Penderitaan Suci Patia Anak Gatot Brajamusti Saat Ayahnya Masuk Penjara karena Kasus Narkoba

“Tentu saja masalah itu sangat berat untuk keluarga ku,” kata Suci Patia kepada Wartakotalive.com.

Butuh waktu bertahun-tahun untuk Suci bisa menerima kenyataan bahwa sang ayah, mendiang Gatot bersalah atas kasus-kasus yang dihadapi.

“Tapi aku berpikir dalam setiap kesulitan tentu ada kemudahan. Apa yang dilakukan papa itu jadi cerminan diri bahwa memang ada hal hal yang nggak mungkin aku cerita di sini,” ujar Suci Patia.

“Pelajarannya bagaimana narkoba merusak segalanya,” ucap Suci Patia.

Suci tak menampik yang terbetat dalam kehidupan keluarganya, ketika mendiang Gatot dihadapi kasus pelecehan seksual.

Masalah itu pun sangat besar dalam pemberitaan.

BERITA VIDEO: Erina Gudono Istri Kaesang Diusung Jadi Calon Bupati Sleman, Ini Alasannya!



Quoted From Many Source

Baca Juga  Juli 2023 jadi Bulan Terpanas yang Pernah Tercatat di Bumi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *