Mengukur Kemungkinan Diskualifikasi Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024

WARTAKOTALIVE.COM – Senin (22/4/2024) besok putusan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2024 akan dibaca di Mahkamah Konstitusi (MK).

Diketahui salah satu tuntutan dari sengketa Pilpres 2024 ialah mendiskualifikasi Gibran Rakabuming Raka dari kontestasi Pilpres 2024.

Lalu apakah mungkin mendiskualifikasi Gibran Rakabuming dari Pilpres 2024?

Pakar hukum Pemilu dari Universitas Indonesia, Titi Anggraini seperti dikutip dari Tribunnews.com, mengaku ragu MK akan mendiskualifikasi Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya, hakim MK akan memutuskan sengketa PHPU Pilpres 2024 merupakan bagian dari masalah hukum Pemilu.

Ia menyebut, setengah dari permohonan pasangan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud, salah satu persoalannya adalah bersumber dari MK.

Titi lantas menegaskan, MK yang meloloskan Gibran sebagai cawapres melalui putusan problematik Nomor 90/PUU-XI/2023.

“Apa iya Mahkamah Konstitusi akan sampai pada keberanian mendiskualifikasi paslon atau calon, atau produk yang dia ikut berkontribusi melahirkannya,” ujar Titi dalam sebuah diskusi di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat.

Sementara itu, Titi memprediksi, MK paling maksimal akan memutuskan pemungutan suara ulang (PSU) di sejumlah wilayah.

“Itu tadi, mentok-mentok adalah PSU, pemungutan suara ulang di sejumlah daerah atau wilayah,” tegasnya.

Baca juga: Anies Baswedan-Cak Imin Bakal Hadir di MK Saat Putusan Sengketa Pemilu 2024 Besok

Hal serupa diutarakan Pakar hukum tata negara, Feri Amsari.

Feri mengatakan secara aturan Gibran tak bisa didiskualifikasi dari keikutsertaannya dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Namun, Feri menilai MK bisa memutuskan dilaksanakan Pilpres 2024 ulang. Hal itu sesuai dengan pasal 6A Ayat 1 UUD 1945 bahwa Presiden dan Wakil Presiden itu dipilih dalam satu pasangan calon, satu pasangan.

“Tidak mungkin diskualifikasi itu hanya untuk Gibran.”

“Baca pasal 6A Ayat 1 UUD 1945 bahwa Presiden dan Wakil Presiden itu dipilih dalam satu pasangan calon, satu pasangan,” ungkapnya dalam acara Landmark Decision MK, Jakarta, Jumat.

Baca Juga  Cerita Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Pernah Jadi Anggota Paskibra

Maka menurut Feri, jika satu bermasalah, maka bermasalah dua-duanya.

“Kalau mau diskualifikasi dua-duanya. Jadi tidak mungkin satu diskualifikasi, satu dilantik. Enggak mungkin,” papar dia.

(Wartakotalive.com/DES/Tribunnews.com)



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *